bersyukur kendaraan

Men’syukur’i Transportasi ke Haram

Oleh : dr achmad budi k

Pelayanan Jamaah Haji dari tahun ke tahun selalu semakin ditingkatkan disemua bidang, termasuk pada fasilitas transportasi. Hotel jamaah haji juga sudah semakin baik, walau beberapa ada yang masih mendapat fasilitas kurang dibanding yang lain.

Pembagian zonasi per daerah asal, bisa kita petik hikmahnya. Terutama yang terkait dengan transportasi dan konsumsi yang cukup sesuai dengan daerah asal.

Kendala yang muncul kali bisa dikatakan terkait dengan transportasi. Terminal transportasi di Mahbaz Jin yang menjadi base camp dari Jamaah haji embarkasi asal Sub, ternyata juga menjadi terminal base camp dan transit pula bagi jamaah haji asal India dan daerah Asia selatan lainnya, yang tinggal di daerah Aziziyah . Sehingga seakan jamaah haji Indonesia terkalahkan. Mereka tampak lebih mendominasi area halte dan tentu saja berebut bis serta yang di dalam bis juga.

Hal ini sangat tampak dan bisa kita amati kalau mendekati waktu solat. Mereka bertebaran di tiga subhalte di terminal Mahbaz Jin, karena harus ganti bis yang sama dengan jamaah haji kita yang bertujuan ke terminal Bab Ali. Dan dalam berebut, mereka kayaknya lebih siap dibandingkan jamaah haji kita, sehingga terkesan jamaah haji kita ‘terkalahkan’.

Memang pengaturan transportasi bukan kewenangan kita. Hal ini juga untuk mengurangi volume bis di terminal Bab Ali yang kapasitasnya terbatas. Namun bagaimanapun juga jamaah haji kita kurang biasa berebut dengan ‘agak keras’, dibanding jamaah haji asal Asia selatan yang jamaah haji nya berpostur lebih besar dari jamaah haji kita.

Kita tetap bersyukur sudah mendapat fasilitas transportasi, walau dalam pelaksanaan khususnya tahun musim haji 1440H ini perlu evaluasi. Semoga fasilitas transportasi ini di tahun depan bisa lebih baik lagi, untuk mendukung jamaah haji agar lebih fokus beribadah, sehingga meraih haji yang mabrur.

Semoga kita selalu sehat.