merdeka dan haji

Merdeka dan Ibadah Haji

Merdeka dan Ibadah Haji

Oleh : dr achmad budi k

Merdeka

Merdeka ataoe mati

Itulah beberapa pekik anak bangsa pendahulu kita termasuk para konseptor negara tercinta Indonesia ini.

Betapa santun para pendiri bangsa ini. Mereka merendahkan diri dihadapan Allah. Mengakui bahwa peran kekuatan Allah benar benar hadir, sehingga mereka menuliskan ‘Atas berkat Rahmat Allah . . . . ‘ .

Sejak semula bangsa ini telah sadar bahwa diri ini ‘kecil’, tidak bisa bertindak apapun tanpa kekuata dan campur tangan Allah. Tidak sombong, sehingga bisa terhindar dari kesyirikan.

Hal ini selaras dengan ibadah haji yang dilakukan jamaah haji saat ini. Mereka datang ke tanah suci atas panggilan Allah dengan menyerukan ‘Labbaik Allahumma labbaik, labbaika lasyarika laka labbaik . . .’.

Nafas kemerdekaan negeri kita tercinta terkonsep oleh pendiri bangsa ini, sesuai dan tidak keluar dari rel ibadah haji yang selalu mengagungkan asma Allah serta mengakui kekuatan besarNya, Allahu Akbar’.

Betapa mulia para pendiri bangsa ini. Seakan mengajarkan kepada kita, betapa kita ini kecil, tanpa kekuatan dan campur tangan Allah, kita bukan apa apa.

Dalam kehidupan ini, kita juga selalu dituntun seperti itu, termasuk dalam melaksanakkan ibadah haji ini. Bahkan saat ini para jamaah haji tidak hanya berucap dari lisannya, namun semua rangkaian ibadah haji menuntun kepada mengagungkan Allah sekaligus meniadakan syirik. Dan dengan melakukan ibadah haji dengan benar dan sesuai tuntunan, para jamaah haji MERDEKA dari syirik.

Semoga dengan tetap melaksanakan ibadah haji serta pada momen Hari Kemerdekaan RI bisa meneguhkan kalbu kita bahwa manusia itu kecil dihadapan Allah. Dan lebih meyakinkan diri bahwa sejak semula para pendiri bangsa mengakui hadirnya kekuatan Allah.

Dengan melaksanakan ibadah haji serta momen Kemerdekaan akan lebih mendorong kemabruran kita.

Semoga kita selalu sehat.