semangat ber tarwiyah

Semangat Perjuangan ber Tarwiyah

Semangat Perjuangan ber Tarwiyah

Oleh : dr achmad budi k

Sejak usai melaksanakan umroh haji, petugas KBIH Masy Madani melobi KaTer untuk bisa bertemu dengan Maktab terkait urusan ijin melaksanakan Tarwiyah. Alkhamdulillah semua proses berjalan lancar dan pengurus maktab juga bermarkas di hotel tempat jamaah KBIH Masy Madani.

Negosiasi dilaksanakan pada hari yang telah ditentukan, dan langsung membuahkan kesepakatan. Kami menyertakan 120 jamaah haji sedangkan ada kloter lain dalam maktab yang sama, menyertakan 84 jamaah dan kloter lain lagi 5 jamaah.

Beberapa ujian timbul pada hari H, yang kesemuanya menguji keSabaran kita semua. Mulai dari pengumuman persiapan yang rencananya diberangkatkan pk 17.30, mundur menjadi setelah isya atau lebih dari pk 21.00. Dan masih ada beberapa ujian yang boleh dikatakan sepele, namun kalau tidak memahami dengan benar akan mengganggu dan berdampak mengurangi kemabruran haji. Alkhamdulillah kami bisa memahamkan serta jamaah diajak bisa memetik hikmahnya.

Berikut ini bagaimana kita memahami riwayat Tarwiyyah (تروية)

Pertama:

hari ke 8 itu para haji setelah berihrom, mereka menuju Mina untuk bermalam yang nanti keesokan harinya mereka menuju Arofah. Ketika di Mina itu para haji (seperti yang dikatakan Ibnu Qudamah) menyiapkan air sebagai bekal untuk berwukuf di Arofah esok! Menyiapkan air diistilahkan dengan Yatarowwauna (يتروون). Karena ini lah hari ke 8 itu dinamakan hari tarwiyyah. Karena kata Yatarowwauna (يتروون) itu mempunyai asal kata yang sama dengan Tarwiyyah.

Kedua:

Di malam hari ke-8 itu Nabi Ibrahim as mendapatkan mimpi pertama kali dari Allah untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail as. Ketika mendapat mimpi itu, diriwayatkan bahwa beliau as “bertanya-tanya” kepada dirinya apakah itu mimpi dari Allah atau dari syaithon? “bertanya-tanya” itu diistilahkan dengan bahasa “Yurowwi” (يروي) . dan itu sebab dinamakan hari itu sebagai hari tarwiyyah.

Dan ketika mimpi itu datang untuk kedua kalinya di malam hari Arofah, Nabi Ibrahim akhirnya yakin kalau itu khobar dari Allah swt. Dan yakin berarti adanya pengetahuan, pengetahuan dalam bahasa Arab disebut dengan kata “Arofa” (عرف). Karena itulah hari ke 9 dinamakan hari Arofah (عرفة).

Semoga dengan lebih memahami serta mendalami makna semangat perjuangan Tarwiyah ini jamaah haji KBIH Masy Madani akan meraih haji yang Mabrur.

Semoga kita selalu sehat.