Mlijo

Serial : Sisi Lain Jembatan Gantung 10
Oleh : YuFit
Mlijo atau penjual sayur keliling adalah orang yang sering kita jumpai didalam kehidupan keseharian kita. Penjual sayurpun kebanyakan menjajakan barang dagangannya berupa sayur mayur keliling pemukiman atau kompleks perumahan. Penjual sayur pada umumnya akan sering kita temui pada pagi hari saat mentari masih belum begitu terasa menyengat terkena kulit ini.

Pada pagi hari ibu-ibu selalu menanti dan menunggu datangnya suara penjual sayur yang khas. Suara mereka adalah kode untuk para ibu rumah tangga agar keluar dari rumah lantas mendekati penjual sayur.

Penjual sangat membatu kaum perempuan untuk mempersingkat waktu dan jarak mereka. Bagaimana bisa saya katakan seperti itu, karena para penjual sayur keliling ini sudah menyediakan bermacam sayur mayur dan juga bahan lauk pauk yang dibutuhkan untuk bahan memasak ibu ibu dirumah. Orang yang mestinya harus berjalan jauh menuju pasar atau toko bahan makanan dan membutuhkan waktu yang cukup lama akan dengan mudah dan cepat mendapatkan bahan masakan yang diperlukan tanpa pergi ke pasar atau toko.

Sehingga bagi ibu-ibu akan sangat senang bila setiap hari rumahnya dilewati oleh para penjual sayur keliling.

Seperti yang sering saya temui, seorang penjual sayur dan bahan dapur yang setiap hari melintasi daerah rumah saya. Setiap pukul 08.00 pagi, akan terdengar suara khasnya dari kejauhan. Blonjo…blonjoooo…. Begitulah kata khas yang sering ibu penjual sayur itu ucapkan dengan lantang dan cengkok yang khas.

Tak hanya kata itu yang diucapkan, sering juga diteriakkan bahan olahan sayur yang tersedia. Misalkan seperti bahan pindang atau lele yang masih ada akan ikut diteriakkan juga. Tujuannya sangat simpel, bagi orang yang mendengar teriakannya dan cocok dengan yang diinginkan pasti akan keluar rumah untuk berbelanja pada dia.

Bahan sayuran yang dibawa dalam kranjang atau rombongnya memang cukup pepeg atau lengkap. Mulai dari bahan empon-empon, bahan sayur menir, sop, asem, lodeh dan lain sebagainya sudah tersedia didalam rombongnya bahkan sudah terbungkus dalam satu paket yang lengkap. Tetapi juga bisa eceran sesuai selera.

Dalam kesehariannya, mengayuh sepeda onthel berkilo kilo meter adalah kebiasaan yang seperti tak pernah melelahkan bagi penjual bahan sayur ini. Dalam berkeliling ke desa-desa termasuk ke desaku mak Yas panggilannya selalu mengayuh sepeda onthel. Karena memang dari 30 tahun silam mak Yas sudah terbiasa berjuang menjual sayur keliling dengan menggunakan sepeda onthel. Sepeda onthel yang digunakan merupakan sepeda tua yang besinya nampak kisi dan terlihat kusam.

Rombong yang digunakan berasal dari bahan bambu yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa menjadi ranjang atau rombong yang layak untuk ditaruh diboncengan sepeda belakang dengan diikat tali dari karet untuk menambah kekuatan ikatan rombong pada boncengan sepeda.

Mak Yas mengambil sayur dari pasar langganannya setiap pagi setelah sholat subuh yang berjarak sekitar 7 kilometer dari rumah. Dan tentunya tidak ada hari libur keliling berjualan. Kecuali saat hari besar atau ada kepentingan pribadi mak Yas.

Disini peran penjual sayur sangatlah penting, krena dari jarak pasar yang lumayan jauh dari rumah akan membuat ibu-ibu merasa malas untuk pergi ke pasar langsung.

Akhirnya peran mak Yas sangat membantu para ibu-ibu disini untuk memenuhi kebutuhan belanja sehari-hari tanpa harus repot pergi ke pasar

Semoga kita selalu sehat, dan selalu bersyukur akan nikmat.