Lonthong Sambel Kecap

Serial : Sisi Lain Jembatan Gantung 17

Oleh : Yu Fit

Beliau sudah sepuh namun tetap aktif berjualan lonthong sambel kecap adalah Mbah Sarpinah yang saat ini berusia sekitar 70 tahun. Beliau setiap hari masih memasak dan melayani setiap orang yang ingin membeli lonthong. Beliau berjualan dirumahnya sendiri dan memang sudah ada sejak 30 tahun yang lalu.

Lonthong buatan Mbah Sarpinah ini memang punya ciri khas tersendiri rasanya yang enak dan tekstur lonthongnya juga pas saat dimakan. Selain menyediakan lonthong sambal kecap Mbah Sarpinah juga menyediakan sayur lodheh untuk yang memang membeli lonthong sayur.

Sayur lodheh yang dimasakpun setiap hari berbeda, tinggal bahan apa yang tersedia pada hari ini. Misalkan saja lodheh nangka muda atau tewel, lodheh pepaya muda, kacang panjang, kluweh, rebung atau juga campuran beberapa bahan sayuran.

Gorengan tempe yang masih anget juga menjadi ‘hiasan’ dimeja untuk lalapan lonthong sayur dan sambal kecap.

Selain gorengan tempe, Mbah Sarpinah juga biasanya menggoreng pisang untuk dijualnya juga kalau kata Mbah Sarpinah “Tombone Pedes”.

Memang sudah termasuk warung lonthong yang legendaris disini, di sekitar Jembatan Gantung, karena kebanyakan saat ini orang lebih memilih membeli nasi goreng atau bakso bahkan makanan kekinian yang lain, untuk makanan mereka dari pada ‘sekedar’ lonthong.

Karena rumah Mbah Sarpinah juga terbilang dekat dengan Jembatan Gantung yang menghubungkan antara desaku dengan desa tetangga, maka pelanggan lonthong Mbah Sarpinah juga kebanyakan dari desa tetangga dan hal itu sangatlah menguntungkan untuk Mbah Sarpinah.

Untuk satu porsi lonthong sambel kecap ini dihargai 5 ribu rupiah sudah mendapat tempe goreng anget 2 buah. Namun ada yang beda disini dari warung lonthong yang lain, untuk membungkus lonthong ini Mba Sarpinah masih menggunakan daun pisang yang dipetiknya dipagi hari.

Memang benar, saat lonthong dibungkus dengan daun pisang akan memiliki aroma dan rasa yang lebih enak dan bisa menambah nafsu makan bagi orang-orang yang membelinya.

Sedangkan untuk masalah nutrisi yang terkandung dalam lonthong, sebenarnya juga sama dengan kandungan nutrisi dan energi yang terdapat pada nasi yaitu sebagai sumber energi dan karbohidrat.

Cara pembuatan lonthong juga sebenarnya mudah dan simpel yaitu dengan menyiapkan daun pisang sebagai wadah beras dan beras yang sudah dicuci bersih sebelumnya. Kemudian lonthong dimasak dalam waktu yang cukup didalam air mendidih sekitar 4-5 jam lamanya. Selain itu, lonthong akan lebih maksimal matangnya secara merata bila dimasak ditungku dengan api yang menyala stabil dari bakaran kayu kering.

Nah saat lonthong sudah matang kemudian ditata untuk bentuknya dengan air dingin dan kemudian didiamkan beberapa saat sampai lonthong memiliki struktur yang padat dan kenyal.

Untuk menghidangkannya, lonthong bisa disajikan dengan lauk dan sayur sesuai dengan selera masing-masing ya.

Kuliner tradisional seperti ini, sangat mendukung perekonomian rakyat kecil. Selain itu harganya juga sangat merakyat, namun kandungan nutrisinya tidak kalah dengan kuliner masa kini yang lagi viral di medsos. Dan makanan tradisional jelas lebih alami serta jauh dari polusi termasuk bahan pengawet.

Semoga kita selalu sehat, dan selalu bersyukur akan nikmat.