hijrah madina

‘Hijrah’ ke Madinah

Oleh : dr achmad budi k

Perjalanan ibadah haji sesungguhnya intinya sekitar 6-7 hari saja. Namum karena beberapa hal, antara lain tehnis transportasi, sehingga jamaah haji harus tinggal lebih lama di tanah suci. Dan semua itu ada hikmahnya.

Jamaah haji bisa beribadah lebih lama dan tentu saja Allah menjanjikan, antara lain dilipat gandakan catatan pahalanya.

Salah satu yang bisa dilaksanakan diluar rangkaian ibadah haji, adalah ‘hijrah’ ke Madinah. Oleh karena itu pemberangkatan jamaah haji ada 2 gelombang, yaitu gelombang pertama yang akan mengunjungi dan beribahdah di Madinah, antara lain ziyaroh ke makam Rasulullah.

Persiapan ‘hijrah’ sejak enam hari sebelumnya untuk koordinasi baik tehnis maupun ibadah. Yang terkait dengan tehnis, jamaah haji akan menggunakan transportasi bis dengan satu rombongan per bis.  Termasuk koper serta tas dimasukkan dalam bagasi bis. Jarak tempuh Mekah Madinah sekitar 400 km dengan waktu tempuh sekitar 6 jam. Setiap rombongan akan singgah di rest area satu kali untuk keperluan isoma atau ke toilet.

Sepanjang perjalanan antara Mekah dan Madinah sebagaian besar terdiri dari hamparan padang pasir serta gunung batu. Jarang sekali ada bangunan atau pepohonan, dan jarang sekali terdapat semak belukar dalam kondisi kering.

Kalau kita membuka lembaran 1440 tahun silam, betapa sangat berat perjuangan Rasulullah untuk mempertahankan agama islam, dengan penuh hadangan menuju Yatsrib kota kecil yang sangat menjanjikan, sehingga sekarang berkembang menjadi kota Madinah. Ramai perkotaan tidak hanya setahun sekali, namun di era milenial ini Masjid Nabawi, sebagai cikal bakal kota Madinah al Munawaroh sekaligus pusat kota. Rasulullah disambut dengan suka cita seperti seseorang yang menyambut kekasihnya datang setelah bertahun tahun berpisah. Kota yang tertata rapi, baik fisik maupun masyarakat civil society atau masyarakat Madani yang dipimpin langsung oleh Rasulullah saat itu.

Sekitar 12 km sebelum sampai di Madinah, kita akan melewati sebuah masjid di daerah Abyar Ali, sebagai miqot jamaah haji yang berasal dari arah Syam, termasuk jamaah haji Indonesia yang termasuk gelombang 1 atau yang datang ke  Madinah dahulu.

Alkhamdulillah hotel yang ditempati jamaah haji pas di depan ata bersebelahan dengan Masjid Nabawi.

Semoga imal ibadah kita diterima Allah.

Hikmah yang bisa kita petik dari perjalanan ‘hijrah’ ini adalah :

Perjalanan yang cukup melelahkan. Karena semangat, semua akan terkalahkan.