sejarah madinah

Madinah Berlimpah Sejarah

Oleh : dr achmad budi k

Semua jamaah haji indonesia memang harus melalui kota tempat Rasulullah hijrah. Hal ini lebih di sebabkan faktor tehnis transportasi, selain yang utama adalah ziaroh ke makam Rasulullah dan ibadah di masjid Nabawi.

Sejak kami datang, jamaah haji sudah penuh, bahkan jamaah haji harus rela untuk solat di halaman masjid. Namun halaman masjid di area masjid Nabawi sudah dipersiapkan dengan fasilitas yang memadai. Mulai dari karpet kualitas baik, payung raksasa dengan buka tutup sesuai kebutuhan yang sudah terprogram, misal kalau menjelang isya payung akan menutup dan akan mengembang pada pk 06.00. Begitu juga terkait kebersihan, selalu ada petugas clining servise disetiap beberapa meter.

Di masjid Nabawi, jamaah haji melakukan ibadah rutin solat lima waktu di masjid Nabawi.

Di bawah kubah hijau, yang ketika itu merupakan rumah Rasulullah, terdapat makam Beliau yang bersebelahan dengan Abu Bakar dan Umar bin Khotob. Di sekitar area ini selalu penuh sesak peziarah setiap saat, baik dari jalur dalam masjid maupun luar masjid.

Begitu juga area sebelahnya, Roudhoh taman surga yang ada di dunia ini, selalu dibanjiri jamaah selama 24 jam penuh. Karena semua jamaah haji yang tidak ingin melewatkan kesempatan di kota Madinah ini untuk berdoa di Roudhoh.

Masjid Quba’ menjadi tujuan utama ziyaroh yang di selenggarakan oleh muassasyah, selain destinasi yang lain. Karena solat sunnah dua rokaat di masjid yang dibangun pertama kali oleh Rasulullah ini mendapat pahala setara dengan mengerjakan umroh. Sehingga masjid Quba ini tak pernah sepi dari jamaah haji yang berkunjung.

Tujuan ziyaroh yang lain adalah masjid Kiblatain, masjid Khodaq, jabal Uhud dan kebun Kurma. Namun karena suatu hal, terkadang tidak terkunjungi semua.

Ada juga obyek wisata yang cukup menarik, namun diluar paket ziyaroh, yaitu jabal magnet. Konon gunung kecil itu diyakini sebagai pusat magnet dunia. Biasanya sopir mendemokan, di tempat datar dengan mesin dimatikan posisi gigi nol, bis akan berjalan menuju pusat magnet.

Di kota Madinah inilah islam berkembang dengan pesat dan sistematis serta setiap unsur tertata rapi sesuai fungsinya. Di kota ini juga islam mencapai kejayaan baik sistem pemerintahannya dan perekonomiannya. Walau pernah juga pada awal perjuangan islam pernah mengalami kegetiran saat perang Uhud, yang sejarahnya tersimpan disekitar jabal Uhud, banyak syuhada’ yang dimakamkan disana, yang menjadi salah satu tempat ziyaroh.

Saat ini Madinah telah berkembang pesat, seluruh tata kota serta sumber daya lain, termasuk sarana transportasi penunjang haji, dengan bandara internasional Prince Muhammad yang baru, telah dirancang sesuai grand design kota Madinah.

Sejarah yang tersimpan di kota yang awalnya bernama Yatsrib ini, bisa menggugah semangat untuk mempertebal iman para  jamaah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia.

Semoga kita selalu sehat.