IMG-20190909-WA0007

Masjid Quba Primadona Ziyaroh
Oleh : dr achmad budi k
Sebagian besar jamaah haji akan tinggal di Madinah sekitar 8-9 hari, dan semua jamaah haji dari Indonesia. Semuanya mengerjakan ibadah rutin di masjid Nabawi. Selain itu diberi kesempatan untuk ziyaroh ke makam Rasulullah dan beberapa tempat ziyaroh lain.
Beberapa destinasi ziyaroh antara lain Masjid Quba’, masjid Qiblatain, masjid Khondaq, jabal Uhud, jabal Magnet, makam Baqi serta kebun kurma. Masih ada pula beberapa masjid disekitar masjid Nabawi seperti masjid Ghamamah, masjid Abu Bakar, masjid Umar, masjid Ali, masjid Bukhari, masjid Bilal dan masih banyak lagi.
Namun diantara tempat ziyaroh yang paling diminati jamaah haji dari seluruh penjuru dunia adalah Masjid Quba’. Tentunya ada suatu keistimewaan yang tersimpan dalam masjid ini. Masjid ini memang masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba’, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa masjid Quba’ adalah masjid yang dibangun atas dasar taqwa (QS 9:108), “Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar taqwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang suka membersihkan diri, dan Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri”.
Masjid Quba’ juga memiliki keutamaan. Rasulullah Saw bersabda:
“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya kemudian mendatangi masjid ini, yakni Masjid Quba’ kemudian salat di dalamnya, maka pahalanya seperti ia menjalankan umrah” (HR Ahmad:15981).
Namun bukan berarti kewajiban ibadah umrahnya telah tertunaikan jika seseorang menjalankan salat di Masjid Quba’. Tetapi yang salat di Masjid Quba’ maka dia mendapatkan pahala setara dengan pahala umrah.
Dengan keutamaan ini, pantaslah setiap jamaah haji berlomba untuk mendatangi masjid yang dibangun pertama kali oleh Rasulullah ini.

Masjid Quba’ asalnya berdiri di atas kebun kurma dengan luas sekitar 1000 meter persegi. Setelah direnovasi, luasnya sekitar hampir 6000 meter persegi dan dapat menampung 20 ribu jemaah.
Masjid Quba’ memiliki 19 pintu dengan 3 pintu utama. Dua pintu untuk masuk jemaah laki-laki, satu pintu lainnya untuk masuk jemaah perempuan.

Pihak KSA juga sudah mulai tanggap dengan meningkatnya animo jamaah haji untuk ziyaroh ke masjid Quba’. Saat ini disediakan shuttle bus dari depan Masjid Nabawi depan pintu 21 ke Masjid Quba berangkat-kembali setiap saat. Bis warna hijau ada tulisan Nabawi – Quba’ berAC nyaman dengan biaya 5 riyal pergi pulang dengan tiket resmi.
Selain itu pihak KSA juga menawarkan bis lain dengan tujuan City tour Madinah, namun biaya cukup mahal 80 riyal per jamaah, dengan 12 obyek ziyaroh.
Dengan semakin memahami sejarah islam di Madinah, jamaah haji akan semakin bisa meningkatkan ibadah. Dan hal ini juga difasilitasi pemerintah setempat. Diharapkan bisa meningkatkan keimanan jamaah haji dan menunjang kemabruran haji.
Semoga kita selalu sehat.