LODEH LUMBU

Lodeh Lumbu

Oleh : YuFit

Berjalan menyusuri lereng sungai biasanya dilakukan oleh orang-orang pada saat memancing ikan di sungai atau pada saat orang sedang mencari ranting kayu yang sudah kering. Ranting kayu tersebut bisa berasal dari pohon ditempat itu langsung atau bisa dari kayu yang hanyut bersama air dari hulu sungai.

Sungai pacal adalah sungai yang biasa menemani hari-hari masyarakat disekitar jembatan gantung yang berusia kurang lebih 20 tahun ini. Sungai pacal yang melewati desa kecil ini memiliki lereng yang saat ini cukup curam bila dilewati oleh manusia. Padahal beberapa tahun yang lalu kondisi lereng sungai ini masih cukup landai dan bisa ditanami beberapa jenis tanaman seperti tembakau, jagung, singkong, kacang tanah, kacang panjang, tomat bahkan juga lumbu atau talas.

Bagi masyarakat desa lumbu bukanlah jenis sayuran yang asing, karena sudah sejak dahulu lumbu telah menjadi salah satu bahan olahan sayur yang disenangi oleh orang-orang disekitar sungai pacal ini.

Lumbu merupakan salah satu jenis dari talas, berdaun hijau berbentuk hati dan memiliki ciri khas dengan batang yang lunak. Lumbu biasa hidup ditempat yang lembab atau dekat dengan air. Bisa didekat sungai, sawah, atau disekitar tambak ikan tawar. Lumbu biasa digunakan sebagai sayur untuk diolah menjadi masakan oleh orang-orang. Masakan yang bisa diolah dengan lumbu pun beraneka ragam tentunya. Misal saja yang paling umum adalah lodeh lumbu.

Lodeh lumbu merupakan olahan lumbu dengan menggunakan bumbu layaknya saat akan memasak lodeh dengan bahan sayur lainnya. Namun disini yang diolah adalah lumbu, rasa yang dihasilkan akan jelas beda dan pastinya lebih enak. Rasa lumbu yang lembut dan lumer saat diolah menjadikan lumbu sangat cocok untuk dikonsumsi dari berbagai usia. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, bahkan juga bisa dikonsumsi oleh orang yang sudah sepuh atau sudah lanjut usia.

Saat orang memasak sayur lodeh lumbu, biasanya akan lebih mantap lagi bisa nasi yang akan dimakan dengan lodeh lumbu menggunakan nasi jagung. Dengan cara nasi putih biasa dicampur dengan nasi dari beras jagung bisa warna putih atau kuning dengan takaran 1 banding satu. Nasi jagung yang sering digunakan disini yaitu nasi jagung kuning. Karena memang yang sering dijual ditoko adalah beras jagung kuning.

Lodeh lumbu, nasi jagung, dan tak lupa dengan lauk dari ikan pindang atau ikan asin akan menambah cita rasa yang luar biasa enaknya. Bahkan hal inilah yang sering membuat rindu para orang yang merantau keluar, yaitu makanan yang cocok dari olahan lumbu.

Masakan lain yang bisa diolah dari bahan dasar lumbu yaitu seperti oseng lumbu, buntil lumbu, sayur asem lumbu, tumis lumbu, botok lumbu dan masih banyak lagi dan saat ini sudah tersedia aneka resep olahan lumbu di internet.

Namun jangan salah, tidak semua jenis talas dapat diolah menjadi masakan layaknya lumbu. Lumbu ini memiliki daun yang relatif kecil dan juga batang yang memiliki ketinggian antara 50-70 cm serta memiliki tulang daun yang rata. Ada beberapa jenis daun talas yang tidak dapat dikonsumsi manusia. Hal itu dapat dengan mudah kita ketahui dengan memilihat struktur daunnya. Yang mana apabila tulang daun menonjol dan ukuran daun terlalu besar, maka jangan coba-coba untuk mengonsumsinya ya.

Untuk mendapatkan lumbu yang segar bisa dengan mudah ditemukan disini. Tepat dibawah jembatan gantung ini adalah tempat tumbuhan tanaman lumbu  yang sudah berkembang biak menjadi banyak. Sehingga tak perlu membeli ketukang sayur untuk bisa mendapatkan lumbu yang lezat ini. Namun ada saat musim penghujan tiba akan membuat arus sungai pacal menjadi deras sehingga lumbu akan tenggelam air sungai dan sulit untuk dicari lagi.

Tetapi hal itu bukanlah masalah besar, masih ada lumbu yang sengaja ditanam dibawah yang bisa diambil sewaktu-waktu saat dibutuhkan.

Biasanya pada penjual sayur atau mlijo lumbu akan dijual dengan ikatan kecil- kecil yang terdiri dari 3-5 batang atau ada jug yang sudah dipotong-potong dan dimasukkan kedalam plastik. Dan dijual dengan harga antara seribu sampai dua ribu rupiah saja. Murah dan sangat ekonomis tentunya untuk para penikmat masakan lumbu.

Berbicara tentang lumbu mengingatkanku pada saat dulu aku masih duduk di bangku SMP. Aku sering sekali ikut membantu ibuku mengambil lumbu yang telah siap dipanen. Ibu saat itu memang sengaja menanam lumbu disawah, kebetulan memang disawah tanahnya lembab dan cocok untuk ditanami lumbu didekat aliran air.

Setiap dua sampai tiga hari sekali aku diminta ibu untuk ikut mengambil lumbu yang sudah besar dan siap untuk dimasak. Kemudian membersihkan sisa tanah yang menempel diakar lumbu dengan air bersih seadanya disawah kemudian membilasnya kembali sampai benar-benar bersih saat sampai dirumah serta membuang tangkai dan daunnya yang sudah tua.

Lumbu yang telah selesai dibersihkan kemudian diikat antara 4-5 batang atau sesuai dengan besar kecilnya lumbu. Biasanya untuk mempermudahnya diukur dengan genggaman tangan, jadi maksudnya apabila sudah segenggap maka sudah pas untuk diikat. Kemudian setelah proses pengikatan selesai, lumbu akan dijual ke pengepul sayur dan akan dijual kembali kepasar pada keesokan harinya.

Meskipun lumbu menjadi sayuran yang dipandang sebelah mata, namun ada banyak manfaat dan gizi yang tersimpan dan terkandung pada lumbu ini. Pada sebuah artikel menyebutkan bahwa tumbuhan lumbu memiki kandungan Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat, Kalsium, Fosfor, Zat Besi, Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin C.

Setelah mengetahui kandungan yang ada didalam lumbu, ada banyak juga manfaat yang akan diperoleh dengan mengonsumsi lumbu, diantaranya seperti menyehatkan mata, menguatkan tulang dan gigi, mengurangi resiko diabetes, mencegah kanker otak, menyehatkan ibu hamil, menyehatkan otot, mengurangi pusing, mengurangi resiko serangan jantung, memperhalus kulit, membersihkan darah, mencerahkan kulit dan mungkin masih ada beberapa lagi manfaat dari lumbu.

Maka dari itu memasak sayur lumbu yang lagi viral di medsos ini bukanlah hal yang ketinggalan jaman, namun hal tersebut sangat lumrah bagi orang-orang yang masih memperhatikan kesehatan dan makanan yang akan dikonsumsi oleh keluarga dan orang yang dicintai.

Makanan enak dan mahal juga belum tentu menjamin kualitas dan kandungan gizinya, yang alami dari alam lah yang pasti lebih terjamin untuk kandungan gizi dan juga tentu kualitas rasanya.

Semoga kita selalu sehat, dan selalu bersyukur akan nikmat.