pencil_sketch_1569053853913 (1)

Cemedhing Godhong Keniki

Serial : Sisi Lain Jembatan Gantung 19

Oleh : Yu Fit

“Arep masak opo yu?” Terdengar tanya dari salah satu tetangga kepada ibuku saat ibu sedang memetik daun kenikir yang masih muda.

“Arep nyemedhing kenikir iki lo, godhonge kok ayu-ayu, eman nek gak dimasak yu” Sahut ibuku sambil tetap memilah daun kenikir yang masih muda untuk dipetik.

Sengaja disisi depan rumah ditanami beberapa pohon kenikir yang sudah tumbuh segar saat ini, bermodalkan biji bunga kenikir yang sudah kering kemudian ditabur bisa menghasilkan pohon kenikir yang ayu-ayu dan sudah berbunga jarang-jarang.

Memang sering sekali ibuku dan juga warga sekitar jembatan gantung ini memanfaatkan daun kenikir sebagai salah satu bahan olahan makanan. Biasanya dijadikan campuran urap dengan dedaunan yang lainnya. Namun karena aku lebih suka bila daun kenikir dicemedhing dengan sambel yang khas maka ibuku lebih sering memasak daun kenikir sebagai cemedhing.

Untuk memasak daun kebikir sangatlah mudah dan simpel dengan hanya menyiapkan bahan seperti daun kenikir yang masih muda, air untuk merebus dengan bumbu halus bawang putih, cabe rawit, terasi, garam, gula, gula merah dan jeruk purut sebagai penyedap sambalnya. Untuk rasanya tak perlu diragukan lagi pasti bikin lidah bakal ketagihan dan pengen nambah lagi dan lagi.

Tak hanya didepan rumahku saja tumbuh pohon kenikir, tumbuhan yang memiliki ketinggian 70-150 cm inipun juga tumbuh dibelakang rumah. Maka sudah menjadi hal yang biasa bila ibu-ibu sekitar sini minta ijin untuk ikut memetik daun kenikir sebagai olahan masakannya.

Selain dimasak sebagai cemedhing dan urap, daun kenikir juga bisa dimakan langsung sebagai lalapan saat makan penyetan atau semacamnya. Daun kenikir ini memang memiliki aroma yang agak menyengat atau menurut orang sini baunya “sengir”. Jadi mungkin ada beberapa orang yang kurang menyukai aroma dari daun kenikir tersebut.

Tumbuhan kenikir memiliki daun membujur berwarna hijau dengan tangkai yang panjang, serta memiliki batang yang agak lunak dengan memiliki bulu lembut berwarna putih. Tangkai daun kenikir juga memiliki warna keunguan dibagian atas tulang daunnya. Selain itu saat pucuk daun kenikir yang masih muda terlalu lama tidak dipetik maka akan cepat pula kenikir berbunga sehingga daun yang bisa dimasak semakin berkurang. Kenikir memiliki bunga bertangkai kecil panjang dengan bunga mungil berwarna merah muda serta dihiasi keindahan putik berwarna kuning.

Tumbuhan kenikir selain digunakan sebagai bahan masakan juga sekaligus bisa digunakan sebagai tanaman hias didepan atau disampuling rumah karena memiliki bunga yang indah dan juga memiliki warna yang beragam.

Tak jarang kita temui didaerah Kabupaten Bojonegoro banyak tumbuhan kenikir yang berjajar rapi ditepi jalan yang sengaja digunakan sebagai penghias jalan dengan bunga indahnya berwarna kuning. Namun yang harus kita perhatikan, untuk tumbuhan kenikir yang memiliki bunga berwarna kuning daunnya kali ini tidak bisa digunakan sebagai bahan makanan atau lalapan, karena meskipun jenisnya sama dengan kenikir yang bunganya berwarna merah muda namun daunnya berbeda. Jadi tidak bisa dijadikan sebagai lalapan atau masakan yang lain.

Untuk masalah ketenaran memang daun kenikir ini kalah tenar dengan jenis sayur lainnya seperti daun bayam, sawi, kemangi, kangkung atau jenis sayur yang lainnya. Karena memang juga kenikir ini sulit ditemui dipasaran, meskipun ada mungkin hanya saat- saat tertentu pas musim saja.

Sering kita temui orang sengaja menanam bayam atau kangkung dalam jumlah yang banyak dikebun atau disawah. Namun sangat jarang kita temui orang menanam tumbuhan kenikir dalam jumlah yang banyak. Padahal peminat daun kenikir ini sebenarnya juga besar.

Tumbuhan kenikir memang yang dapat dan biasa diolah hanya bagian daunnya saja, dan dalam daun kenikir memiliki kandungan energi kalori, protein, karbohidrat, serat. Dan juga pada daun kenikir memiliki kandungan mineral dan vitamin seperti karoten, vitamin B1, vitamin B2, niasin, kalium, seng, natrium, zat besi, fosfor dan juga kalsium.

Dilihat dari kandungan nutrisi yang kaya akan manfaat untuk tubuh ini, daun kenikir sudah selayaknya menjadi deretan sayuran yang harus ada dalam menu makanan kita. Karena selain rasanya yang enak, daun kenikir juga kaya akan gizi dan nutrisi apabila dimasak dengan benar dan tepat.

Woww, , , aroma sedap sambal dengan jeruk sudah tercium dari arah dapur, itu tandanya masakan cemeding daun kenikir sudah siap untuk disantap. Setelah membantu ibu memasak daun kenikir, akhirnya hidangan nasi liwet hangat, pindang goreng, dan juga cemeding daun kenikir siap untuk dinikmati, ditambah krupuk sebagai tambahan kenikmatan.

Selain memiliki banyak kandungan gizi dan nutrisi, daun kenikir juga memiliki khasiat sebagai pencegah terjadinya osteoporosis pada tulang yang pada umumnya hal ini sangat dibutuhkan oleh orang yang sudah berusia lanjut dan sering dialami oleh kaum wanita.

Daun kenikir juga dipercaya dapat mencegah penyakit hipertensi dan juga kaya akan antioksidan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Enak, banyak nutrisi, banyak khasiat itulah keistimewaan dari daun kenikir. Maka dari itu tak ada salahnya kita sering mengonsumsi daun kenikir ini. Dan akan lebih baik lagi jika kita dapat membudidayakan sendiri dilingkungan sekitar kita. Agar kita dapat memulai hidup sehat sekaligus dapat mencintai lingkungan dengan menanam tumbuhan kenikir.

Semoga kita selalu sehat, dan selalu bersyukur akan nikmat.