pencil_sketch_1568524137691

Serial : Sisi Lain Jembatan Gantung 21
Oleh : YuFit

Menikmati udara yang masih asri di sawah adalah salah satu cara saya untuk memanjakan diri sejenak setelah seminggu penuh beraktivitas ditempat kerja. Terlihat pohon tinggi berjajar di tepi pematang sawah dengan daun kecil renik serta memiliki bunga cantik berwarna putih, tetapi ada juga yang berwarna lain.

Kembang turi memang sudah jarang ditemui disekitar rumah tempat tinggalku yaitu disekitar jembatan gantung, mungkin akan hanya ditemui beberapa pohon dipekarangan orang saja. Namun berbeda dengan disawah, masih terlihat banyak pohon kembang turi yang tumbuh dengan subur dan telah berbunga.
Banyak orang sekitar memanfaatkan kembang turi ini menjadi bahan olahan masakan, yang paling sering kita dapati mungkin kembang turi digunakan sebagai campuran dari pecel yang disuguhkan bersama sayuran yang lain seperti kacang panjang, kubis, taoge dan lainnya.

Sebenarnya bukan hanya kembang dari turinya saja yang bisa diolah, sebab ada buahnya yang mirip dengan kacang panjang yang juga bisa diolah menjadi bahan olahan. Namun orang disini biasanya menggunakan buahnya untuk campuran sayur asam ataupun sayur bayam.

Buah turi ini mirip sekali dengan kacang panjang, tak hanya bentuk namun untuk rasapun juga hampir sama persis. Namun untuk buah turi memiliki aroma turi yang khas tentunya. Untuk mendapat buah turi, kita harus menunggu bunganya sampai layu dan kering dipohon sampai gugur. Nah, pada saat bunga gugur, ternyata bunga itu sudah menghasilkan buah yang berbentuk seperti kacang panjang yang ukurannya memang lebih kecil dari pada kacang panjang.

Kebetulan sekali pagi ini ibuku memasak kembang turi dan buahnya menjadi sayur asam, jadi sekalian bisa saya ceritakan untuk rasa dan juga manfaat dari bunga turi ini sendiri.

Rasa kembang turi saat dimasak memiliki tekstur yang renyah dengan catatan masaknya tidak kematangan. Dan akan kita temui sedikit rasa manis pada tangkai bunganya, tetapi ada bagian dari kembang turi yang tidak bisa kita ikutkan pada saat akan mengolah bunga ini. Bagian tersebut adalah putik bunga yang terdapat ditengah kembang turi, putik ini berwarna kuning yang berbentuk serbuk putik. Mengapa bagian itu tidak disarankan untuk ikut diolah? Karena pada putik tersebut akan memberikan rasa pahit pada kembang turi, sehingga disarankan untuk tidak diikutkan memasak.

Aroma sayur asam sudah tercium oleh hidung saya, woww segerr nih bakalan dengan ditemani tempe goreng, sambal terasi dan juga pindang menambah lahapnya diri ini untuk segera menyantapnya.
Kembang turi memang dianggap sebagai bahan olahan masakan yang cukup ekonomis dan juga sederhana namun yang perlu kita ketahui adalah manfaatnya. Karena semua bahan yang alami dan berasal dari alam akan memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang pasti lebih banyak dari pada olahan-olahan cepat saji yang saat ini sedag viral.

Untuk bisa mendapatkan bunga turi ini sebenarnya masih sangat mudah didaerah tempat tinggalku yaitu di Kabupaten Bojonegoro. Masih sering saya jumpai mlijo dan juga ibu-ibu penjual sayur dipasar yang menjajakan kembang turi dilapaknya. Dan untuk harganya juga murah, biasanya satu plastik berukuran seperempat kilo hanya seribu rupiah saja.

Kembang turi sendiri memiliki manfaat yang sangat baik untuk tubuh kita karena mengadung banyak nutrisi seperti kalsium, zat bezi, zat gula, vitamin A dan juga vitamin B. Dari kandungan yang terdapat pada kembang turi maka kembang turi bisa memberi manfaat untuk sakit tenggorokan, melancarkan ASI, badan pegal linu, sakit cacar air dan demam, sakit kepala, flu, batuk berdarah dan juga diare.

Selain bisa diolah menjadi bahan makanan dan juga memiliki manfaat yang banyak, kembang turi juga sering digunakan untuk tanaman hias bagi sebagian orang yang sengaja ditanam dihalaman rumah atau ditaman rumah. Karena kembang turi ini sebenarnya merupakan jenis bunga yang pada umumnya memiliki bunga yang indah dan juga menawan. Selain kembang turi berwarna putih ada juga kembang turi yang memiliki warna jingga atau putih kemerahan.

Dengan viralnya kuliner masa kini yang serba ‘millenial’ di medsos, tidak akan menggilas berbagai sajian tradisional, antara lain seperti kembang turi ini. Alami dan bergizi, tidak terpolusi.

Semoga kita selalu sehat, dan selalu bersyukura akan nikmat.