tape

Serial : Sisi Lain Jembatan Gantung 22
Oleh : YuFit

Siang hari pas cuaca panas-panas gini enaknya apalagi kalau tidak minum es. Es dawet nih misalnya, tetapi dalam es dawet akan lebih mantap lagi bila ada campuran bahan yang namanya tape. Tape yang digunakan untuk campur es dawet biasanya adalah tape ketan.

Berbicara mengenai tape ketan, kebetulan pagi ini mbah saya berniat untuk membuat tape ketan. Berbahan ketan putih yang sudah dicuci bersih dan juga sudah dikukus ditungku dan kemudian ada bahan yang tak boleh ketinggalan yaitu ragi sebagai bahan untuk fermentasi.
Pembuatan tape bisa dibilang mudah tapi susah, karena ada kemungkinan tape bakalan gagal matang jika ragi yang ditaburkan kurang atau tidak rata.

Untuk mendapatkan beras ketan, si mbah tidak perlu membelinya ke toko atau kerumah tetangga. Karena hasil panen ketan 3 bulan lalu masih ada untuk dibuat tape. Si mbah sudah dari jaman aku masih kecil terbiasa membuat tape ketan. Dan tape yang dibuat si mbah rasanya sangat manis dan segar.

Memang mungkin tidak semua orang menyukai tape ketan, karena sesuai dengan selera tape juga kadang tidak cocok saat dirasakan orang yang tak menyukainya.

Kalau pada jaman saat ini tape banyak aneka warnanya dan juga warna tersebut dihasilkan dari pewarna buatan atau bahan kimia. Tape banyak dijual dipasaran baik ditoko kue, toko jajanan atau juga penjual jajan dipasar tradisional.

Tape ketan sendiri oleh orang sekitar jembatan gantung Kabupaten Bojonegoro ini dibuat hanya apabila ada acara tertentu. Misalkan ada orang punya hajatan nikahan atau khitanan. Selain itu pada saat hari besar seperti hari lebaran juga masih sering ditemui tape ketan.

Kalau warnanya saat ini banyak dari bahan kimia begitu pula dengan bungkusnya. Untuk bungkus tape sekarang kebanyakan sudah tidak menggunakan daun pisang lagi. Melainkan menggunakan serba plastik, entah gelas plastik, mika ataupun kantung pasti kecil.

Jadi sebenarnya untuk saat ini tape ketan memang enak dan manis namun bila sudah digabung dengan bahan kimia dan juga bungkus plastik akan mengurangi nafsu makan kita pastinya, karena disamping itu kita memikirkan kualitas kesehatan.

Berbeda dengan jaman now, meskipun banyak tape yang dibungkus dengan plastik. Si mbah tetap membuat tape dengan ‘dipincuk’ atau dibungkus dengan daun pisang yang diambilnya dari samping rumah pagi tadi.

Daun yang habis diambil dari pohonnya sengaja dijemur dlu dibawah terik matahari pagi agar daun lebih cepat layu dan nantinya mudah untuk dibuat sebagai bungkus tape ketan.

Tape ketan juga dipercaya dapat melawan timbulnya jerawat dan dapat mencegah datangnya jerawat kembali. Jadi pasti sangat cocok bagi orang yang memiliki jerawat atau bahkan menghindari jerawat datang lagi bisa coba nih dengan mengonsumsi tape dengan teratur.

Tidak hanya dibungkus dengan daun pisang alami, namun si mbah juga menggunakan pewarna alami pula. Tahukah kita warna hijau tape yang alami itu seperti apa?

Warna tape ketan yang alami itu cenderung memiliki warna hijau yang gelap cenderung pucat. Bukan warna hijau yang menyala terang. Jadi semakin gelap dan pucat warna tape hijaunya dapat dipastikan pewarna yang digunakan dalam tape juga alami.

Nah pewarna alami yang digunakan si mbah untuk mewarnai hijau pada tape ketan biasanya adalah warna hijau dari sari daun pandan betawi dan juga biasanya dicampur dengan sari daun babing. Untuk membuat pewarnanya sangatlah mudah. Tinggal menumbuk daun pandan betawi dengan sedikit air, kemudian diperas dan disaring sampai sarinya terkumpul.

Kemudian saat sari daun pandan yang terkumpul dicampurkan dengan ketan yang sudah dikukus. Dan siap deh dicampur dengan ragi dan selanjutnya tinggal melakukan proses ‘pincuk memincuk’ dengan daun pisang dengan di bungkus seperti model pincuk botok.

Tape yang sudah dibungkus cantik dengan daun pisang akan matang dengan sendirinya selama kurang lebih selama 2 hari. Makin matangnya sempurna makin sempurna pula rasa dan juga kenikmatan tape ketannya.

Didalam tape ketan terdapat kandungan anti peradangan atau anti inflamasi sehingga dapat menjaga kecantikan dan kesehatan kulit. Dan juga tape memiliki kandungan asam laknat yang juga berfungsi sebagai peningkat untuk kekebalan tubuh.

Tape ketan juga dipercaya dapat digunakan sebagai obat ambeien, melancarkan sistem pencernaan karena mengandung zat besi dan cukup serat, sebagai obat untuk penyakit anemia karena mengandung asan laktat, menurunkan tingkat kolestrol, bahkan tape juga bisa mencegah terbentuknya sel-sel penyebab kanker.

Meskipun tape termasuk jenis jajanan tradisional yang merupakan jajanan khas dari daerah jawa tetapi ketenaran tape tidak menggeser posisinya sebagai jajanan favorit bagi banyak orang.
Di kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Timur yang masih mengembangkan tradisi membuat jajanan tape ketan ini.

Dengan seiringkan perkembangan zaman yang semakin modern mungkin akan semakin menciptakan motivasi berbagai jenis makanan dan jajanan. Tetapi diharapkan kita akan tetap mengenal dan mencintai jajanan tradisional yang sudah kita kenal sejak lama dan selain itu kita harus juga memperhatikan komposisi dan bahan yang akan digunakan dalam jajanan yang akan kita makan.

Semakin alami bahan yang digunakan maka akan semakin menjamin kualitas kandungan gizi yang terdapat dalam makanan yang akan kita konsumsi.

Tape ketan dalam pincuk ini merupakan salah satu makanan yang tergolong dalam jajan pasar. Jajan pasar akan selalu dibutukan dalam tradisi orang jawa, sekaligus melestarikan makanan warisan nenek moyang kita.

Tape ketan hijau juga terdapat di daerah Cirebon. Malah disana sudah menjadi jajanan oleh oleh khas yang banyak dicari orang. Dan banyak tersedia di toko oleh oleh makanan khas Cirebon, sehingga mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Lain lagi kalau di daerah Lombok, tape ketan hijau ini juga merupakan salah makanan tradisional yang sakral. Salah satu munculnya makanan ini di Hari Raya Idul Fitri. Tape ketan hijau dimakan bersama jadah, dihidangkan bersama jajanan Hari Raya yang lain, yang menjadi idola para tamu.

Semoga kita selalu sehat, dan selalu bersyukur akan nikmat.