rawat-jalan-rs

AIDS Semakin ‘Marak’

Oleh :  dr achmad budi karyono

Hari AIDS sedunia, ditetapkan hari ini 1 Desember untuk memperingatkan warga dunia agar lebih waspada terhadap penyakit yang membuat sengsara berkepanjangan dan mematikan.

Tema Global Hari AIDS Sedunia 2019 yaitu ‘Communities Make the Difference’. Tema ini dipilih karena dirasakan komunitas memberikan kontribusi yang sangat besar bagi respon AIDS. Komunitas mempelopori dan mendukung pemberian layanan HIV, membela hak asasi manusia, mendampingi dan mendukung rekan-rekan mereka. Mereka bekerja mulai dari akar rumput, memimpin, dan berkampanye untuk memastikan bahwa respons AIDS tetap relevan.

Data yang cukup mengejutkan, bahwa kunjungan poli sebuah rumah sakit yang merawat AIDS pada bulan Nopember 2017 sebanyak 258 pasien, baik itu pasien laki laki maupun pasien perempuan. Padahal jumlah pasien pada bulan yang sama tahun 2016, ‘hanya’ sebanyak 205 pasien.

Dari data kasar itu, perbedaan pasien sejak  bulan pada Nopember 2016 dan 2017 sebanyak 53 pasien. Andaikata kita ambil rata rata perbedaan perbulan 30-50 pasien, bisa kita hitung sedikitnya ada peningkatan pasien poli AIDS sebanyak lebih dari 400 pasien AIDS pertahun atau sekitar 40 perbulan, atau kenaikan jumlah penderita sebanyak 25% per tahun.

Betapa banyak warga kita yang tertimpa penyakit yang penularannya sebagian besar karena hubungan seks bebas ini. Sementara akankah kita tinggal diam, kurang atau tidak melaksanakan pencegahan yang harus kita lakukan bersama. Setiap insan medis sudah melakukan preventif tentang rantai penularan penyakit yang cukup menakutkan itu. Namun langkah itu kurang sempurna kalau tidak didukung oleh seluruh elemen masyarakat agar lebih efektif.

Hari ini kita diingatkan akan ‘garang’nya penyakit ini agar kita lebih waspada untuk meningkatkan pencegahannya supaya tidak semakin meluas. Penambahan angka peningkatan diatas,  bisa jadi angka yang tercatat dan pasien yang berobat. Itupun data dari salah satu rumah sakit saja dan hanya di satu Kabupaten. Berarti sesungguhnya angka tersebut  bisa sedikitnya 5 kali lipat, MENGERIKAN.

Sebaiknya kita harus mengingatkan pada siapapun tentang cepat meluasnya penyakit ini serta mudahnya cara mencegah penyakit ini yang penularannya lewat hubungan seks bebas. Pencegahan kita lakukan mulai dari keluarga, sanak saudara, para kerabat, tetangga dan masyarakat luas. Membantu mencegah penularan penyakit ini, kita akan ikut berkontribusi menjaga kesehatan generasi muda kita dan ikut andil membangun kesehatan dan kejayaan negeri ini. Kita harus memulai melakukan pola dan gaya hidup sehat.

Semoga kita selalu sehat.