Terlihat

Kehidupan yang Wajar

Lintas Mutiara 656
Oleh : BundaSriMin
Saat ini lagi marak dengan istilah New Normal atau kembali pada kehidupan yang normal dan wajar, menjalankan aktivitas dengan efektif dan efisien, dan mengesampingkan brand atau pencitraan, menuju pada realitas yang sebenarnya sesuai kebutuhan inti, bukan sekedar sensasi, tapi berusaha mengutamakan kualitas proses dan hasil.
Sebagai ilustrasi harga dasar kopi yang sebenarnya hanya 5 ribu rp, ketika dijual di cafe dengan merk tertentu menjadi 40 rb (35 rb menjual brand), dan saat ini kembalinya fungsi cafe sebagai tempat berinteraksi atau sekedar melepas kepenatan dengan harga yang wajar karena manusia berpikir sesuai realitas dan tidak berdasarkan bayangan atau halusinasi.
Kembali pada kehidupan yang wajar, yaitu kondisi mental yang tahan uji dalam berikhtiar untuk memenuhi kebutuhan dasar dan bukan karena keinginan yang tak bertepi.
Kehidupan yang wajar adalah sebuah terapi psikis dan efek kejut untuk memikirkan ulang, introspeksi, betapa rapuhnya kehidupan sosial kemarin, bagaikan jaring laba-laba besar, tertata, tersistem dan terstruktur rapi dan massif tetapi tidak disadari begitu rapuh dan labil ketika sebuah batu menimpanya, maka dengan memperkuat keimanan sebagai solusi atau jawaban pada permasalahan.
Kembali pada kehidupan yang wajar mendorong untuk fokus dan mengefisiensikan tenaga, pikiran dan hati dalam hal-hal yang butuhkan saja, dan membunuh halusinasi seolah olah hidup serba mudah atau berkecukupan, memikirkan kembali apa yang benar-benar dibutuhkan, atau kembali ke jati diri dan fungsi serta peran manusia di muka bumi, untuk berkarya melakukan kemaslahatan.
Selalu bermohon padaNya, agar tidak termasuk manusia yang pandai berkhayal, tapi mampu menjalani kehidupan dengan normal dan wajar serta bermanfaat pada banyak orang.
Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin.
Semoga bermanfaat.
Semoga kita selalu sehat.
Purwosari, 3 Juni 2020