Begitu Cepat

Hikmah Libur Pandemi

Oleh : dr achmad budi karyono

Tema Hari Anak Nasional 2020 : Anak Terlindungi, Indonesia Maju

Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Momen yang sangat tepat ini sebaiknya kita gunakan untuk memperbaiki kekurangan dan menyempurnakan yang masih perlu ada perbaikan terkait kehidupan anak. Terutama terkait dengan masa pandemi tahun 2020 ini, dipilih tema perlindungan pada anak. Karena ternyata dunia anak bukanlah miniatur dunia orang dewasa, tetapi merupakan kehidupan tersendiri yang khusus dan bahkan sangat kompleks. Masih sangat banyak yang belum memahami tentang dunia anak ini, termasuk sebagian besar orang tua, masih harus terus belajar dunia khusus tersendiri dan istimewa ini.

Tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh kehidupan dan lingkungan disekitarnya. Interaksi sehari hari merupakan cermin kearah mana nantinya anak tersebut akan berkembang. Oleh karena itu sangatlah penting menciptakan lahan pendidikan baik yang formal maupun non formal sebagai bekal kejiwaan anak terutama saat dalam masa pertumbuhan. Penyediaan arena fisik sangat berperan bagi perkembangan prestasi anak, namun tersedianya lahan yang mendukung perkembangan jiwa sangatlah minim, padahal perkembangan jiwa anak lebih dominan berperan. Terlebih lagi sejak awal tahun 2020 ini, dunia anak khususnya seakan terkekang dan terbelenggu oleh adanya pandemi. Dunianya sangat terbatas secara fisik, namun anak lebih bebas berkelana sampai ujung dunia manapun lewat dunia maya yang sulit terbendung sebagai teman dekatnya. Disinilah dominasi peran orang tua sebagai pengendali sangat penting.

Dunia anak memang sasaran empuk untuk semua lini. Di sekolah, dunia anak juga banyak yang mengancam dengan ulah beberapa oknum yang menjajakan makanan yang kurang memenuhi syarat dan kurang ramah anak. Di keramaian umum, tidak kurang juga iming iming anak oleh sekian oknum yang menawarkan permainan yang kurang layak anak, atau entah diketahui atau tidak, beberapa permainan dengan resiko terancam keselamatannya. Untuk saat pandemi ini, hal ini bisa diminimalisir karena memang situasi dianjurkan untuk ‘stay at home’.

Belum lagi serangan dari dunia maya, yang pada era ini anak anak bahkan balita sudah dibekali handset yang bahkan sangat canggih oleh orang tuanya. Terkadang pula menganggap handset sebagai simbol ‘kecerdasan’ bagi anak, tanpa mempertimbangkan dampak yang diakibatkan terutama terhadap kesehatan jiwa anak. Bahkan banyak penawaran atau ajakan aplikasi permainan canggih yang jauh dari arah pendidikan, dan bahkan menumbuhkan imajinasi permusuhan, yang semua itu bisa mengakibatkan terancamnya jiwa anak.

Pada momen yang baik di Hari Anak Nasional 2020 ini kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap anak anak kita agar dunia mereka lebih layak dan lebih aman, sehingga perkembangan fisik dan jiwanya tidak terhambat atau terancam oleh kepentingan beberapa oknum yang kurang bertanggung jawab. Kita berharap disetiap daerah sudah menjadi kabupaten yang ramah anak, sehingga kecemasan para orang tua terhadap pendidikan dan kesehatan anak terjamin. 

Saat ini merupakan momen yang baik, sebagai salah satu hikmah dari pandemi, sekolah diliburkan, yang digantikan sekolah online dari rumah. Orang tua insyaAllah bisa lebih dekat dengan anak anak, dan lebih dari itu, lebih mengenali karakter anak dan harus lebih mendalami dunia anak pada umumnya. Dalam situasi pandemi saat inilah peran orang tua lebih besar dalam pendidikan anaknya. Sebagai orang tua, kita harus introspeksi diri, apakah kita sudah punya bekal untuk pendidikan anak kita. 

Pandemi ini masih belum berujung, entah sampai berapa lama. Diperkirakan Paling cepat tahun depan, setelah diproduksinya dan digunakan vaksin covid-19. Dan itupun masih tergantung evaluasi, bagaimana safety dan kondisi dunia terhadap kekuatan fisik anak. Bila situasi sudah kondusiv, secara bertahap akan dikembalikan pada tatanan baru bagi anak yang penuh kewaspadaan. 

Semoga kita selalu sehat.