Pentingnya ASI Ditengah Pandemi

Oleh : dr Achmad Budi Karyono

Pekan ASI dunia diperingati setiap tanggal 1-7 Agustus

Air Susu Ibu merupakan makanan pokok bagi bayi sejak lahir hingga beberapa bulan. Walau sekitar bulan keenam beberapa ibu sudah memberikan makanan tambahan, Air Susu Ibu masih di kategorikan sebagai makanan pokok bayi sampai usia 2 tahun.

Pekan ini, setiap awal bulan Agustus, pada skala kesehatan dunia disepakati sebagai pekan ASI (Air Susu Ibu) Internasional, yang tentu saja berkaitan erat dengan kesehatan ibu dan bayi secara komprehensiv. Karena kalau kita bahas tentang ASI tidak bisa memisahkan antara ibu dan bayi, walau sebenarnya juga melibatkan lingkungan di sekitar aktivitas si ibu.

‘Pekan ASI Sedunia’, dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak tentang pentingnya ASI bagi bayi. Tema peringatan Pekan ASI Sedunia (PAS) 1-7 Agustus 2020 adalah ‘Support breastfeeding for a healthier planet’, mengamanatkan bahwa menyusui merupakan kunci keberhasilan SDGs. Pekan ASI Sedunia tahun 2020 juga bertujuan untuk memberi informasi yang benar tentang ASI dan manfaatnya agar anak sehat dan cerdas, dengan mengajak berbagai pihak untuk ikut berperan serta mendukung ibu menyusui.

‘Paradigma kuno’ mengatakan bayi disusui atau diberi ASI oleh ibu dan di’sapih’ sekitar umur 2 tahun. Mulai beberapa tahun yang lalu, banyak ‘mama modern’ yang sebagian besar sebagai ‘wanita karir’ karena alasan ‘mengganggu’ dirinya, enggan serta tidak bersedia menyusui atau memberi ASI bayinya setelah usai cuti melahirkan dan harus masuk kerja lagi. Pandangan dan pendapat yang ‘menyesatkan’ inilah yang membuat beberapa anak terganggu salah satu atau beberapa unsur kesehatan dirinya, yang nantinya pada suatu saat mendatang akan muncul.

Pemberian ASI pada bayi memang harus diluruskan agar harapan orang tua menjadi anak yang sehat akan terwujud. ASI merupakan makanan pokok bagi bayi sampai berumur sekitar 2 tahun, sesuai firman Allah SwT dalam QS Al Baqarah (2): 233 yang artinya : “Para ibu hendaklah menyusukan anak anaknya selama 2 tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. . . . . .”. Kalau hal ini kita kaji dengan seksama, akan banyak hikmah yang kita petik dari pemberian ASI pada bayi baru lahir hingga usia 2 tahun.

Hal itu juga sesuai dengan yang dipesankan oleh badan kesehatan dunia yang menganjurkan tentang ASI eksklusiv pada 6 bulan awal kehidupan. Dan saat ini sudah banyak para ibu sudah kembali ke ‘paradigma kuno’ bersedia menyusui bayinya, karena memahami bahwa didalam ASI terkandung banyak unsur vital bagi kehidupan serta sebagai dasar tumbuh kembang kehidupan bagi bayi. Pada usia ini terjadi proses tumbuh kembang, terutama pada otak serta penyempurnaan organ penting lainnya yang kedepan akan menunjang kesehatannya.

Hampir semua anak yang mendapat ASI sampai 2 tahun, kondisi kesehatannya baik serta tumbuh kembang dengan baik pula. Sebaliknya, anak yang sering terganggu kesehatannya atau sakit, pada masa bayi kurang menerima asupan ASI. Dan insyaAllah akan lebih sehat di musim pandemi seperti ini.

Melaksanakan pemberian ASI sesuai dengan tuntunan Allah SwT akan menunjang kualitas sumber daya manusia di masa mendatang yang handal. Yang ternyata juga selaras dengan amanat badan kesehatan dunia agar Sustainable Development Goals bisa tercapai. Oleh karena itu kalau memang bener para ibu sayang pada anaknya, sebaiknya dan harus memberikan ASI sesuai dengan anjuran Allah SwT. Karena pada usia itu merupakan ‘usia emas’ dalam tumbuh kembang seorang anak, sebagai modal sehat di masa depan.

Semoga kita selalu sehat.