Terbelenggu

Lintas Mutiara 729
Oleh : BundaSriMin
Kemerdekaan yang sudah dijalani selama 75 tahun, idealnya tidak membuat orang Indonesia terbelenggu pemikiran dan pendapat oleh suatu aturan sesat, atau pembodohan pada orang yang bisa berfikir (cerdas) demi memuluskan suatu kepentingan.
Manusia dianugerahi olehNya alat indera di antaranya mata, mulut dan telinga, untuk dipergunakan sebaik-baiknya, bukan dibelenggu atau dikebiri untuk kembali pada masa jahili, karena mereka memiliki bekal potensi, keilmuan, dan kecerdasan, yang kadang kurang diakui atau bahkan malah ditutupi.
Mata dan telinga alat penglihatan dan pendengaran, gerbang informasi dalam mengambil keputusan, dengan memperhatikan kebenaran, kebaikan, dan keindahan menuju kualitas kehidupan, akan ada keadilan bila menjadi acuan para pimpinan.
Mulut untuk menyampaikan ucapan atau pendapat sebagaimana isi hati dan data yang valid atau kredibel, tidak malah dibelenggu yang membuat lumpuh keberanian, namun bagi ilmuan akan memberikan kesempatan pada orang lain, karena memiliki kemulyaan batin.
Doa yang indah dipanjatkan padaNya, semoga mata hati telinga dan bibir kita mampu melihat, mendengar dan mengucap kebenaran, kebaikan, dan keindahan, tidak terbelenggu oleh ambisi duniawi yang menyesatkan.
Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin.
Semoga bermanfaat.
Semoga kita selalu sehat.
Purwosari, 24 Agustus 2020
SriMinarti10Bjn