Kolaborasi

Lintas Mutiara 763
Oleh : BundaSriMin
Masa pandemi adanya virus corona menghendaki proses pembelajaran di sekolah/madrasah belum bisa dijalankan secara normal, anak belajar dari rumah dan lebih banyak waktu berinteraksi dengan keluarga serta teman temannya, tapi kadang membosankan.
Anak usia sekolah cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mencoba hal hal baru, tantangan dan kebebasan, dengan tidak adanya belajar di sekolah mereka lebih senang begadang, miris rasanya waktu terbuang begitu saja, semua karena virus corona.
Menyaksikan anak usia sekolah yang ada di pinggir jalan, dengan pakaian yang kurang sopan, sambil meminta minta, hati terasa terenyuh pikiran dan perasaan menjadi tak menentu, corona telah memutus mata rantai persiapan calon pemimpin masa depan.
Ketenangan dalam menjalankan aktivitas menjadi harapan semua, kesuksesan dan keberhasilan sebagai tujuan tidak terkendala oleh apapun dan siapapun, dengan adanya corona semua dimensi kehidupan manusia tertunda, karena itu segera pergilah corona, agar manusia bisa hidup dengan damai dan wajar.
Perlu dikaji, bahwa kemajuan suatu Negara dengan pendekatan kesehatan tidak menjamin memiliki kesuksesan atau kemampuan menangkal virus corona, buktinya Amerika, Cina, dan Italia, banyak manusia yang terserang di sana.
Ternyata dengan pendekatan kesehatan masih belum berhasil juga, bagaimana bila kolaborasi dengan  cara spiritual, memadukan ikhtiar duniawi dan uhrowi, yaitu mematuhi protokol kesehatan, dibarengi doa memohon pada Sang pengendali kehidupan dengan kesungguhan, dan secara berjamaah menegakkan kebenaran serta menjauhi laranganNya, bukan hanya untuk pencitraan atau permainan politik praktis yang bisa menyebabkan kemurkaan, bila mungkin hadirnya mahluk virus corona sebagai teguran pada kita semua yang cenderung bangga pada kecerdasan logika semata.
Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin.
Semoga bermanfaat.
Semoga kita selalu sehat.
Purwosari, 29 September 2020
SriMinarti10Bjn