Sehat Di Tengah Pandemi

Oleh : dr achmad budi karyono

“Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat”. Itulah tema Hari Kesehatan Nasional ke 56 yang diperingati hari ini 12 Nopember 2020.

“Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat, Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19”

Di saat pandemic ini. Sehat merupakan emas atau permata yang tidak ternilai harganya bagi siapapun. Bahkan salah satu orang terkaya pun, tidak menghirup udara atau oksigen yang sudah disiapkan Allah secara gratis untuk semua makhluk penghuni dunia. Karena sudah sejak dari lahir menghirupnya, seakan itu hak kita dan sering lupa bersyukur kepadaNya. Baru dirasakan saat teguran Allah dating seperti saat pandemic ini.

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap orang yang seharusnya tercukupi siapapun warga Negara Indonesia tanpa melihat latar belakang kelas sosialnya. Kita patut bersyukur bahwa semakin hari fasilitas kesehatan yang disiapkan untuk rakyat semakin baik dan semakin disempurnakan. Bahkan dua dekade yang lalu masih menempatkan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, saat ini sudah merambah pada pedesaan. Bahkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan swata dan dokter praktek dilibatkan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang disebut sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, untuk mewujudkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Namun bukannya pelayanan kesehatan negeri sudah sempurna, masih banyak masalah yang terkait dengan kesehatan yang masih harus kita benahi. Dan masih banyak pula kebijakan ataupun pelaksanaan yang perlu didudukkan pada rel yang lebih benar.

Kendala yang terbanyak terdapat pada sektor anggaran dan sumber daya manusianya. Namun tidak kalah pentingnya, yang terkadang justru memegang peran lebih vital, adalah program dan sistem pendidikan dibidang kesehatan. Begitu juga kebijakan dan perundangan yang berlaku pada sektor kesehatan masih perlu pembenahan agar lebih berpihak pada masyarakat luas.

Belum lagi dengan semakin beragamnya penyakit yang harus dihadapi dan diterapi, serta semakin kompleksnya beberapa penyakit yang memerlukan beaya yang besar pula. Sehingga tidak sedikit anggaran yang tersedot yang seharusnya bisa dihemat.

Oleh karena itu beberapa tahun terakhir ini pemerintah melalui Kementrian Kesehatan memilih dan memprioritaskan langkah promotif dan preventif sebagai salah satu upaya penghematan beaya di sektor kesehatan, walau sejak dahulu kala langkah itupun sudah dilaksanakan.

Apalagi ditengah pandemic ini, sector kesehatan menjadi penggerak dan tumpuan utama dari sector lain. Sehingga semua sector harus berdasar pada protocol kesehatan untuk menjaga kesehatan semua pihak. Hal sederhana dan mendasar yang harus dilakukan semua pihak adalah 3M,

  1. Memakai masker
  2. Menjaga jarak
  3. Mencuci tangan pakai sabun atau desinfektan

kalau hal mendasar dan sederhana serta yang mudah ini dilalukan bengan benar, akan memutus rantai penularan,  sehingga pandemi segera berakhir.

Yang tidak kalah pentingnya adalah para pencetak insan kesehatan, seharusnya bersinergi dengan pola kebutuhan di fasilitas kesehatan dan kompetensi yang sesuai untuk kasus atau penyakit yang ada di negeri tercinta ini. Malah tidak sedikit Nakes yang gugur dalam berjuang dan berupaya merawat dan menyembuhkan pasien.

Dirgahayu ke 56 para insan kesehatan, semoga masalah kesehatan di negeri ini segera bisa kita temukan solusi yang terbaik untuk kepentingan bangsa. “Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat, Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19”.

Semoga kita selalu sehat