Anak Terhimpit Pandemi

Oleh : dr Achmad budi karyono

20 Nopember ditetapkan sebagai hari anak dunia. Hal ini sebagai peringatan kepada kita semua, bahwa anak bukanlah miniatur orang dewasa.

Dunia anak mempunyai kehidupan sendiri yang sangat berbeda dengan kehidupan dewasa. Kehidupan yang sangat kompleks, juga dimiliki dalam dunia anak. Sehingga anak memiliki hak dasar yang harus terpenuhi sebagai bekal kehidupan masa depannya. Hak kehidupan dasar, hak pendidikan dasar, hak kesehatan dasar dll.

Tema peringatan Hari Anak Dunia tahun 2020 ini adalah ‘A day to Reimagine a Better Future for Every Child’, atau dalam terjemahan bebas ‘Sehari untuk Menata Ulang Masa Depan yang Lebih Baik untuk Setiap Anak’.

Tema ini memang disesuaikan dengan dunia anak dalam masa pandemi ini yang berubah menjadi berantakan, walau pandemi memang memporak porandakan kehidupan yang ada di muka bumi ini. Oleh karena itu kita diingatkan perlu segera menata ulang kehidupan anak yang lebih baik yang dihimpit oleh pandemi ini.

Sudah 10 bulan anak anak di dunia ini ‘tanpa’ pendidikan, dan kehilangan banyak hak kehidupan mereka. Para orang tua dan segenap stake holder mestinya sudah mengambil sikap sejak awal pola kehidupan yang baru, tidak menunggu kapan pandemi berakhir.

Semoga momen ini bisa membuka para pengamat dan pemerhati anak serta pemegang kebijakan untuk secepatnya mengambil sikap dan merumuskan pola, agar kehidupan anak dimasa mendatang lebih baik dari saat ini, serta mengejar ketertinggalan semua hak anak yang kurang terpenuhi selama ‘lockdown’. 

Pada umumnya anak memang lebih kebal dari orang dewasa dan tua. Namun anak kan mempunyai orang tua. Kalau anak kebal diluar, bukan berarti mereka tidak membawa virus. Virus yang terbawa ke rumah bisa menjadi bencana orang tua di rumah. Oleh sebab itu, anak juga harus terhindar dari penularan, walau sebenarnya lebih kebal dari orang tua.

semoga kita selalu sehat,